Wednesday, January 21, 2009

Some people...

Maann.. some people just don't change! Them who like to brag, them who like to show off, them who are humble.. them who are just nice. Them who are being who they are.

Some people though, do change. I don't know which is better. But I guess changing for the better is much much more appreciated than stays for the worst!

Note: written after looking a facebook profile of someone who gave me a very bad impression in HS. You know what, she doesn't seem to change! at all!!

Who I am

I can't take off my tudung...
I don't like sexy tight clothes..
I don't like to show my curves..
I don't care what people say about me.

I don't dress up
I don't put on make up..
I like outdoor activities..
I like jazz and anything that sounds nice..

I hate whiny people...
I say what I want to say, not what people want to hear..
I try my best to be a good friend..
I'm possessive to my friends.
I put others needs in front of mine..
I try to be considerative to others..
I blame myself for all unfortunate things that befall on me..

I like the way I am now
I hate worrying about how pretty I am or how fat I am
I hate people who say, "u have to suffer to be pretty" HELL NO! u have to enjoy yourself to be pretty..
I don't like gold slippers and sandals, please don't make me wear it if it's not necessary
I go by function, not by looks..
I love my boyfriend for loving me the way I am..

I loooove adventure.. I like going out for walks..
I love kids, I'll have 4 of them someday.
I don't feel pretty compared to other girls, but I like it this way
I can't lie honestly...


This is who I am..
Please don't change me into something that I will be uncomfortable with
I don't want to live worrying about how pretty I am, how thin I am etc
I want to live worrying that i haven't enjoyed my life...

Masyarakat Indonesia

Saya terkadang suka bingung sama masyarakat Indonesia. Di satu sisi, saya salut sama kemampuan masyarakat Indonesia beradaptasi sama "kemiskinan" dan keterbatasan. Bahkan banyak "jenius2" yg keluar gara2 kondisi ini.

Barusan saya baca kompas, judulnya, "Mereka Telah Bersahabat Dengan Banjir". Isinya? mereka telah bersahabat dengan banjir, orang2 itu, mereka yg tinggal di daerah rawan banjir. BAhkan mengutip kata2 mereka, mereka dengan beraninya berkata, "Kalau banjir mau datang, silakan saja, kami sih tidak kaget, biasa2 saja". Saya syok! Saya mengerti memang.. banjir kadang memang tidak dapat dihindari, dan kemampuan beradaptasi memang penting jika ingin survive. Tapi kalo cm adaptasi, binatang juga bisa!

Kelebihan manusia adalah akal, akal dipakai utk memecahkan masalah ato mencari jalan yg lbh baik demi kehidupan yg lebih baik. Orang2 itu pernah ga sih berpikir, kenapa bisa banjir, apa yg bisa dilakukan utk mengatasi banjir. Atau hidup mereka sebegitu susahnya, akal mereka sebegitu lelahnya utk memikirkan hal2 simpel yg bisa mereka lakukan utk mencegah banjir jd lbh parah.

Saya tahu ada banyak alasan yg bisa mencounter attack tuduhan saya itu. I can think of some.
" Pemerintah Indonesia ga becus sih, daerah resapan air dihabiskan, banjir kanal ga berfungsi, gada perbaikan dari thn ke thn, ya berhubung banjir terus kita ga bisa apa2 lg kan"
" Bukan salah saya loh, orang2 yg bikin banjir tu yg di bogor sana nooh"

Cuma mengandalkan alasan2 seperti itu malu ga sih? Saya malu sbg bangsa Indonesia. Yg org2nya mampu beradaptasi dengan kemiskinan dan bahkan tidak mau memperbaiki kehidupannya. Yang hidup dengan menyalahkan orang lain, yang tidak berpikir sedikitpun bahwa mereka pun punya andil.
Buanglah sampah di tempatnya, bersihkan got.. Stop blaming people, ketika ditertibkan harap menyadari dan menertibkan dirinya sendiri.

Indonesiaa.. Indonesia.. kalau mental kita begini terus, selamanya kita akan terjajah oleh keadaan.

Monday, January 19, 2009

The hardest thing

I find that the hardest thing in the world is letting go of the people that we love to pursue their own life. Even though I'm also marrying my bestfriend for years.. but I feel that all my friends are all going their separate ways also. I can't help but feeling sad *though I'm happy for them too. Even though maybe nothing will ever change.

Seeing everyone going forward with their lives, how I wish people would stay the same. How I wish time would just stand still and let me live a little bit longer in that moment. Maybe that is why God creates time that ticks so fast, and life that keeps on evolving. So we will have a piece of each time to treasure and cherish.

So I guess, letting go of the hardest thing that we treasure the most, is one way of showing Allah that we accept Its decision. Life is full of unexpected things.. and we all know that some things we have to learn to let go, always be prepared to let go. As we all.. don't know what the future holds for us.

Friday, January 2, 2009

Religius or Politics?

Untuk sebagian orang, perang antara Israel dan Palestina bersinggungan erat dgn sisi religius. Namun utk sebagian orang lainnya, mungkin ini hanya tampak sebagai persinggungan politik yg berlarut2.

Saya adalah seorang Muslim. Sejak kecil saya dididik utk mengutuk kaum Yahudi (mungkin ada hubungannya dgn fakta bahwa saya dibesarkan di Aceh). Tp mungkin memang begitulah gambaran perasaan kaum Muslim terhadap kaum Yahudi pada umumnya dan mungkin pula sebaliknya. Namun seiring saya beranjak dewasa, didikan itupun luntur berbaur dengan pikiran yg akhirnya terbentuk sendiri. Mungkin ini adalah sesuatu yg religius DAN politis.

Menurut saya pribadi, bukan berarti semua Yahudi kejam dan membenci Islam. Sama halnya seperti tidak semua Muslim adalah teroris. Bukannya saya membela Yahudi, bukannya saya tidak sedih melihat kaum Muslimin jatuh bergelimpangan di jalur Gaza dlm 4 hari terakhir ini. Namun saya hanya merasa tidak baik mengeneralisir seperti itu. Sama hal nya seperti saya tidak mau semua Muslim dianggap teroris. Saya rasa tidak semua Jews adalah "peneror Islam" pula.

Dahulu kala sekali, pernah ada suatu acara dokumenter yg menggambarkan kehidupan kaum Muslim dan Yahudi di perbatasan sana. Hidup mereka baik2 saja. Mereka jg tidak saling benci. Toh mereka beribadah di tempat yg sama, hanya caranya yg berbeda. Mereka saling berdagang satu sama lain, berinteraksi pula. Lalu apa yg salah? Bukan semua org Yahudi, tp org2 yg tamak dan haus kekuasaan dan wilayah. Sebenarnya apa sih yg diperebutkan?

Dari pelajaran sejarah muslim saya dahulu, dilihat dari kacamata kaum Muslimin, kaum Yahudi adalah kaum yg dibuang dari tanahnya. Konon dahulu kala, Allah mengusir mereka selama2nya dari tanah mereka Yerusalem, dan kaum Muslimin konon mempertahankan tanah Allah karena itu bknlah milik mereka. Namun sampai hari ini saya tidak tahu kenapa org2 Israel itu terus menerus menggempur Palestina. Wallahu alam... Mungkin mereka hanya ingin kembali ke tanahnya? Atau pada dasarnya mereka adalah manusia pd umumnya, hanya orang2 yg tamak akan kekuasaan. Mungkin mereka adalah kombinasi dari keduanya. Konon pula diceritakan, Bani Israil adalah kaum yg sempurna secara lahiriah, mereka cerdas, dan rupawan. Pengalaman saya menghadapi kaum yg sempurna adalah mereka cenderung menjadi sombong dan tamak. Bani Israil juga manusia... Mungkin jika kita dilahirkan menjadi seorang Israeli kita pun akan cenderung menjadi org2 seperti itu. Wallahu alam bishshawab..

Meskipun begitu, saya tetap mengutuk serangan Israel terhadap Palestina. Apapun alasannya mereka tidak punya hak berbuat begitu. Benar2 krisis kemanusiaan.. korban sampe hari ini mencapai ribuan. Pemerintah Israel itu yg benar2 biadab. Membaca beritanya membuat saya berpikir, bagaimana jika itu adalah saya disana, bagaimana jika saya dilahirkan sebagai seorang Palestinian. Bersyukurlah saya dilahirkan sebagai seorang Muslim, dalam keadaan sebaik2nya, dalam lingkungan sebaik2nya. Dalam rahmat yg sebaik2nya pula..